Test Urine Angggota Makorem 143/HO.(19/1 /2016).

Tes Urine, Personel Korem 143/HO “Nihil” Pengguna Narkoba

Kendari (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) – Sebanyak dua ratus personel Militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Makorem 143 Haluoleo (Ho), menjalani pemeriksaan tes urine di markas korem, senin (18/1).

Komandan Korem (Danrem) 143/Ho Kolonel Czi Rido Hermawan M.Sc, dalam amanatnya menyampaikan bahwa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, maka kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia sebagai salah satu modal pembangunan nasional perlu ditingkatkan secara terus – menerus termasuk derajat kesehatannya;

Untuk meningkatkan derajat kesehatan nya maka salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat secara terpadu dengan pengawasan yang ketat, sehingga pelayanan kesehatan dapat diterima dan dijangkau oleh semua warga negara Indonesia. Termasuk mengusahakan ketersediaan narkotika jenis tertentu yang sangat dibutuhkan dalam pengobatan medis namun di sisi lain bila digunakan secara illegal dan tidak terawasi dengan baik maka narkotika dapat menghancurkan kehidupan orang – perorang, kelompok, bahkan dapat menghancurkan kehidupan sebuah bangsa, ungkapnya.

Rido juga mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa dan hancurnya jati diri bangsa, sehingga diperlukan upaya menanggulangi masalah tersebut secara nasional.

Negara Indonesia ditinjau dari segi geografis, geostrategis, demografi, sosial, ekonomi, politik rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Karena Negara Indonesia sangat majemuk dan sangat pluralistik, negara terdiri dari 17.508 pulau besar & kecil yang tersebar dari sabang sampai merauke, dengan 300 suku bangsa dan 748 bahasa yang hidup dan tersebar di wilayah nusantara membutuhkan pengawasan dan pantauan terhadap yang sangat sulit terhadap peredaran narkoba. oleh karena itu maka negara kita sangat rawan terhadap penggunaan dan penyalahgunaan narkoba.

Negara Indonesia di tinjau dari sisi Geografis dan geostrategis adalah negara kepulauan yang diapit oleh 2 benua besar asia dan australia dan 2 samudra hindia dan pasifik, posisi negara Indonesia berada dalam posisi sangat strategis dan merupakan laut terbuka dan berdekatan dengan wilayah produk opium terbesar yaitu segi tiga emas dan bulan sabit emas, wilayah burma dan kamboja yang dikenal sebagai negara penghasil opium terbesar dunia. wilayah yang dikenal sebagai jembatan lalu lintas asia dan australia dan jalur laut samudra hindia dan fasifik. terletak dijalur udara 16 bandara internasional yang menghubungkan pada berbagai negara, dan ironisnya piranti dan personil dan pengawasan yang kita miliki sangat terbatas.

Ditinjau dari sisi demografi jumlah penduduk Indonesia adalah negara yang memiliki penduduk ke- 4 (empat) terbesar dunia Setelah China, India Dan Amerika Serikat dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi dan terkadang menganggap narkoba sebagai pola hidup moderen. Indonesia adalah negara yang tergolong bangsa dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan cukup tinggi disisi lain negara Indonesia belum dapat keluar sebagai pemenang dalam menanggulangi krisis multidimensi termasuk turun naik harga BBM gampang menyebabkan ketidak stabilan harga barang, terutama kebutuhan pokok sehari-hari.

Hal tersebut diatas adalah merupakan lirikan dan pusat perhatian para produk dan pengedar narkoba. oleh karena itu kita sebagai bangsa yang beridiologi Pancasila perlu senantiasa menjaga dan melestarikan nilai-nilai falsafah bangsa agar tidak mudah terjerumus pada sesuatu hal yang dapat merugikan norma agama, adat istiadat, budaya bahkan falsafah bangsa kita.

Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba

Tahun 2000-2001 WHO menyatakan 1% penduduk dunia menggunakan narkoba, 2004 BNN dan UI menyatakan bahwa 1,75 % Indonesia, menggunakan narkoba. pada tahun 2008 BNN dan UI menyatakan bahwa 1,99 % (3,6 juta jiwa) bangsa Indonesia menggunakan narkoba , pada tahun 2010 BNN dan UI menyatakan bahwa 2,21% (3,8 juta jiwa) rakyat Indonesia menggunakan narkoba dan pada tahun 2015 BNN dan UI menyatakan bahwa 2,8 % (5,1 juta jiwa) Indonesia tergantung pada narkoba. Indonesia Darurat Narkoba : 40 sd 50/hari orang yang meninggal = 18.000/th org meninggal akibat narkoba.

Lickona. Educating for Character: dalam How our school, can teach respect & responsibility. New York Bantam Books, 1992:12-22, menyatakan bahwa ada 10 tanda-tanda kehancuran sebuah negara yaitu sbb ;

  1. peningkatan kekerasan
  2. budaya ketidakjujuran
  3. fanatik thd kelompok
  4. rasa hormat thd guru & ortu rendah
  5. moral baik & buruk tidak jelas
  6. penggunaan bahasa yg buruk
  7. perilaku merusak diri; narkoba, alkohol, sex bebas, dll
  8. tanggung jawab individu & warga negara rendah
  9. etos kerja minim & saling curiga; dan
  10. kurang peduli sesama

Oleh Karena itu Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Rido Hermawan sangat peduli dengan kegiatan P4GN yang dilaksanakan. Pada bagian lain Danrem 143/Halu Oleo melalui kepala penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Infanteri Azwar Dinata mengatakan bahwa, pemeriksaan tersebut adalah bagian dari program pelaksanaan Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), yang memang secara rutin dilaksanakan di Korem 143/Halu Oleo dan jajaran.

“Tujuan kegiatan itu dilaksanakan, untuk memastikan bahwa Anggota TNI dan PNS di lingkungan TNI betul-betul bebas sebagai pengguna sekaligus menjaga citra seorang anggota TNI sebagai panutan masyarakat, bebas dari penggunaan narkoba dan meningkatkan kesadaran akan bahaya obat tersebut bagi kesehatan dan kelangsungan hidup,”terangnya.

Koordinator pelaksanaan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Kasi Intel 143/Halu Oleo Mayor Inf Aries menyatakan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Oleh Korem 143/Halu Oleo bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulwesi Tenggara (Sultra), merupakan bentuk sinergitas kelembagaan untuk membarantas peredaran narkoba khususnya di wilayah sultra.

Dan alhamdullillah untuk Personel Militer maupun PNS Korem dan Jajaran dari hasil pemeriksaan itu, kami tidak menemukan satu anggota personel yang positif menggunakan narkoba hasilnya negativ keseluruhan begitupun juga dengan para PNS lingkup Korem 143/Halu Oleo, tidak ditemukan hal serupa,” ungkapnya.(Penrem143).

About Penrem 143/HO

.