Kapal super mewah “Caledonian Sky” asal negara Nassau Bahama tiba di kota Baubau, kunjungi beberapa Daerah Wisata di wilayah Sultra.

Kapal super mewah “Caledonian Sky” asal negara Nassau Bahama tiba di pelabuhan Murhum, Wale Wolio Kota Baubau, Rabu(24/2), Kedatangan kapal mewah ini disambut oleh Sekda Kota Baubau Muhammad Djudul dan beberapa pejabat unsur Muspida Kota Baubau. Menurut Sekretaris Daerah Kota Baubau Muhammad Djudul, pihaknya sudah mempersiapkan penyambutan para turis tersebut dengan acara penjamuan, dan beberapa tempat yang sudah disiapkan dengan tujuan wisatawan tersebut akan merasa aman dan nyaman selama berkunjung di Baubau, daerah Baubau yang dikenal memiliki objek wisata sejarah benteng terluas di dunia yakni Benteng Keraton Buton. Masih menurut M. Djudul Selama kunjungannya di Kota Baubau para wisatawan mancananegara tersebut akan melihat kegiatan ekonomi kreratif masyarakat setempat, baik kerajinan tangan yang dibuat dari barang bekas seperti penutup gelas, vas bunga, tempat tisu, dan kerajinan kain tenunan yang bisa dibeli para wisatawan tersebut, menurut jadwal yang dibuat Kadis Parawisata kota  Baubau para wisatawan akan berkunjung ke pasar Wajo, Kelurahan Sulaa melihat proses kerajinan kain tenun Buton, berkunjung ke musium Baadia dan melihat-lihat fhoto dan kerajinan peninggalan zaman kerajaan kesultanan Buton. Para wisatawan juga sempat mengunjungi Benteng kerajaan Buton yang merupakan salah satu Benteng terbesar didunia. Sekda Kota Baubau ini juga mengatakan, kedatangan wisatawan di daerah tersebut dilakukan atas kerja sama agen travel dari Bali, Makassar dan Kendari yang sudah terkenal membangun ekosistem pariwisata yang ada di setiap daerah, salah satunya Kota Baubau. “Konsep paradigma baru yang kita bangun saat ini sudah berbeda karena selama ini pemerintah selalu mengeluarkan anggaran dalam menjamu wisatawan, namun sekarang ini, wisatawan yang datang dibiayai melalui agen travel itu,” katanya. Beliau juga menambahkan, salah satu agen travel yang telah membiayai kedatangan wisatawan itu sudah berkomunikasi dengan pihak TNI Angkatan Laut dan pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Baubau.

Sebelumnya kapal pesiar super mewah ini melakukan kunjungan ke daerah wisata  P.Wakatobi sejak tanggal 21 -23 februari yang lalu. Kunjungan kapal pesiar ini ke Pulau Wakatobi dan Baubau merupakan paket baru “kapal mewah Caledonian sky”.

Wakatobi Resort-Wangi wangi
Wakatobi Resort-Wangi wangi

Kapal mewah ini membawa wisatawan mancanegara sebanyak 41 orang dari berbagai macam negara, 10 pendamping dan 69 ABK, Kapal pesiar ini akan melakukan tour dibeberapa kota di Indonesia. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Nadar di Wangiwangi, pada saat singgah di Wangi-wangi Kab. Wakatobi mengatakan mayoritas penumpang kapal pesiar `Caledonian Sky` yang singgah di Wakatobi dan Baubau adalah wisatawan asal Inggris dari 41 orang wisatawan mancanegara yang dibawa kapal pesiar `Caledonian Sky`, 28 orang di antaranya berasal dari negara Inggris. Menurut Kadis Parawisata Wakatobi ini “Wisatawan asal Inggris selama ini memang banyak yang mengunjungi Wakatobi. Rata-rata turis asal Inggris mengunjungi Pulau Hoga dan menyelam di sana,” katanya.Menurut dia, selain warga asal Inggris para penumpang kapal mewah `Caledonian Sky` tersebut juga berasal dari enam negara lain termasuk dua orang warga negara Indonesia. Lima negara lainnya, yakni turis asal negara Amerika tiga orang, turis asal Italia satu otang, Belgia dua orang, Australia dua orang dan Swedia satu orang.  “Sesaat setelah sandar di pelabuhan Wanci, para turis mancanega negara itu langsung dibawa ke Benteng Liya Togo, menyaksikan situs sejarah yang dibangun sekitar abad 10 sampai abad 15,” katanya. Setelah puas menyaksikan keunikan benteng Liya Togo, para turis mancanegara tersebut juga dibawa ke perkampungan nelayan “suku Bajo” di Desa Mola, Wangi-wangi Selatan. “Mereka tertarik melihat perkampungan nelayan di tengah laut, tapi air laut di sekitarnya tetap jernih tanpa tercemar limbah apa pun,” katanya.

Obyek wisata "Diving" P. Wakatobi kaya dengan rumput laut dan berbagai macam spesies ikan laut yang tidak ada di daerah lain.
Obyek wisata “Diving”
P. Wakatobi kaya dengan rumput laut dan berbagai macam spesies ikan laut yang tidak ada di daerah lain.

Pada awalnya kapal mewah “Caledonian Sky” akan membawa wisatawan sebanyak 150 orang di Wakatobi, namun para wisatawan dari berbagai negara itu terlambat tiba di Australia, tempat kapal pesiar tersebut bertolak menuju Wakatobi. “Rencananya, para wisatawan yang terlambat tersebut akan dibawa ke Wakatobi pada 27 Maret 2016 mendatang,” katanya. Pada saat kunjungan perdana di P. Wakatobi itu Bupati Wakatobi, Hugua menyambut secara langsung kedatangan kapal pesir ini, menurut Bupati Wakatobi Dr. Hugua, kedatangan kapal pesiar “Caledonian Sky” merupakan bukti bahwa Wakatobi  merupakan daerah wisata yang sudah diperhitungkan sebagai obyek wisata dunia. Oleh karena itu Bupati meminta kepada semua SKPD terkait agar dapat melayani turis-turis mancanegara tersebut secara profesional sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Harapan beliau sektor parawisata mampu menjadi sumber andalan  pemasukan daerah, turut hadir dalam menyambut kedatangan kapal pesiar tersebut sejumlah kepala satu kerja perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan undangan pemda Wakatobi. “Tarian selamat datang” yang dimainkan para penari putri Wakatobi ikut memeriahkan penyambuatan para penumpang kapal mewah tersebut.DiverBig

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi, Nadar Para turis mancanegara menyinggahi Wakatobi karena sudah mengetahui melalui berbagai promosi tentang keindahan alam, terutama alam bawah laut yang ditawarkan obyek wisata Wakatobi. “Di alam bawah laut Wakatobi terdapat 750 jenis terumbu karang, 942 jenis ikan dan beragam jenis biota lautnya,” katanya. Selain itu katanya, Wakatobi juga memiliki sejumlah situs sejarah bernama Benteng Liya Togo yang dibangun sekitar abad ke-10 sampai ke-15 yang tidak dapat dijumpai di kawasan manapun di dunia ini. “Kalau melihat keindahan gedung-gedung pencangkar langit yang modern, banyak terdapat di negara mana pun. Namun menyaksikan karya peninggalan leluhur masa lampau yang unik dan antik, tidak dapat dijumpai di setiap negara,” katanya.

Rabu Siang kemaren setelah singgah dan berkunjung di beberapa tempat wisata di Kota Baubau, Kapal pesiar “super mewah“, Caledonian Sky meninggalkan Kota Baubau menuju Palopo, Sulawesi Selatan.

About Penrem 143/HO

.