Ketua Tim Setjen Wantannas, Laksamana Muda TNI Dharyantho, SE bersama Danrem 143/Ho, Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc Pada Saat Kunjungan di Makorem 143/Ho, Senin (21/3/2016).

Tim Setjen Wantannas, Melakukan Kunjungan Kerja Di Makorem 143/Halu Oleo.

Kendari (Korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) – Tim Setjen Wantannas dipimpin oleh laksamana Muda TNI Dharyantho, SE (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya), bersama ; Irjen (Po) Drs. Bambang Hermanu, SH. MM (Staf Ahli Bidang Ekonomi), Mayjen TNI Nana Rohana, SE (Staf Ahli Bidang Pertahanan dan Keamanan), Kolonel Laut (T) M. Taufiq Hidayat, ST, M.Si (Analis Bidang Geografi), Mila Purnama, Amd (Staf Biro Persidangan dan Humas Setjen Wantannas), pada hari Senin, pukul 12.10 Wita tiba di Makorem 143/Halu Oleo.

Kedatangan Tim dari Setjen Wantannas ke Kendari adalah dalam rangka kunjungan kerja Setjen Wantannas guna melakukan kajian daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara mulai dari tanggal 21 s.d 24 Maret 2016. Menurut Mila Purnama, Amd (Staf Biro Persidangan dan Humas Setjen Wantannas kunjungan kerja di Provinsi Sultra akan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait dalam rangka mencari data murni yang di perlukan oleh Setjen Wantannas guna memberikan masukan kepada Presiden RI dalam mengambil kebijakan negara.

Sebagaimana kita ketahui pembentukan Setjen Wantannnas sesuai Keppres No: 101 Tahun 1999, Pasal 2 menyatakan bahwa Tugas Wantannas mempunyai tugas membantu Presiden dalam menetapkan kebijakan pembinaan ketahanan nasional guna menjamin tujuan dan kepentingan nasional Indonesia, yang menyangkut bidang; a. keamanan eksternal, yaitu perlindungan segenap bangsa Indonesia dan/atau seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman yang utamanya berasal dari atau terjadi di luar negeri; b. keamanan internal, yaitu perlindungan segenap bangsa Indonesia dan/atau seluruh tumpah darah Indonesia dari segala bentuk ancaman yang utamanya timbul dari dalam negeri; c. bencana berskala besar, yaitu bencana alam dan bencana bukan alam (man made disaster) yang karena sifat dan akibatnya kebijakan penanganannya ditetapkan oleh pemerintah.

Selanjutnya pada Pasal 5 menyatakan bahwa Setjen Wantannas mempunyai tugas menyelenggarakan dukungan teknis dan administrasi, serta penyiapan bahan bagi Wantannas dalam membantu Presiden untuk menetapkan kebijakan dalam pembinaan ketahanan nasional bidang keamanan eksternal, keamanan internal, dan upaya mengatasi bencana berskala besar guna menjamin tujuan dan kepentingan nasional Indonesia.

Tim Setjen Wantannas dipimpin oleh laksamana Muda TNI Dharyantho, SE (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Setjen Wantannas), Pada Saat Kunjungan di Makorem 143/HO, Senin (21/3/2016).
Tim Setjen Wantannas dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Dharyantho, SE (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Setjen Wantannas), Pada Saat Kunjungan di Makorem 143/HO, Senin (21/3/2016).

Adapun instansi terkait yang dikunjungi oleh Tim Wantannas selama berada di Provinsi Sulawes Tenggara adalah, Sbb : Korem 143/Halu Oleo, Ke Polda Sultra, Kantor Gubernur Sultra serta akan melakukan kunjungan ke lapangan. pada akhir kunjungan di Provinsi akan melakukan audiensi ke para pengusaha yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pada saat kunjungannya di Makorem 143/Halu Oleo, Tim Setjen Wantannas, diterima oleh Danrem 143/HO, Kolonel Rido Hermawan, M.Sc beserta para Kasi Korem 143/HO dan para Ka/Dansat Balak yang ada di wilayah Kendari. Dalam paparannya Danrem 143/Ho, menjelaskan secara umum tentang; Gambaran umum Provinsi Sultra, Realisasi peraturan Pemerintah Nomor : 2 Tahun 2015 tentang Penanganan Konflik Sosial dan Keputusan Gubernur Sultra Nomor : 70 Tahun 2016 Ttg Pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial TK I Provinsi Sultra, Kendala dan Hal-hal yang menonjol serta Peran Aktif Korem 143/Ho dalam Pembangunan di Provinsi Sultra.

Menyinggung tentang realisasi penanganan konflik di Provinsi Sultra, Danrem menyampaikan bahwa, Sinergitas penanganan konflik sosial di masyarakat, antar Pemda, Korem 143/Ho dan Polri di wilayah Belum Memiliki SOP, (Standart Operational Procedure) Tingkat Propinsi Sultra sehingga penanganan konflik yang ada di wilayah Sultra masih belum seragam. Selanjutnya pada saat memaparkan tentang kondisi sosial di Wilayah Sultra, Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc menyatakan tentang keberadaan tenaga kerja asing yang ada di wilayah kendari. Tercatat jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Sultra hampir 10.000 orang dan menurut pihak imigrasi provinsi Sultra hampir 1000 orang adalah tenaga kerja asing yang illegal. Lebih jauh Danrem menyampaikan bahwa hampir 90 % tenaga asing yang datang (tenaga kerja asing dari China) memiliki latar belakang wajib militer sedangkan aparat TNI (Gabungan TNI AD, AL, AU), yang ada di wilayah Sultra kurang dari 3000 personel atau kekuatan 3 : 1, hal ini menjadi suatu persoalan baru manakalah keberadaan mereka ini tidak antisipasi lebih awal. Sementara institusi TNI maupun pihak kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengawasi keberadaaan tenaga kerja asing diwilayah. Pada bagian lain Kolonel Rido Hermawan, M.Sc juga menyinggung tentang Pembangunan tata ruang tabulasi data (5 aspek medan, RUTR wilayah pertahanan darat), pemda belum memahami keterpaduan pembangunan tata ruang daerah dihadapkan dengan kepentingan pertahanan wilayah.

Selanjutnya dalam pengarahannya, ketua tim Setretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yang disampaikan oleh Laksamana Muda TNI Dharyantho, SE (Staf Ahli Bidang Sosial Budaya Setretariat Jenderal Wantannas), menyampaikan rasa puasnya kepada Korem 143/Halu Oleo dan terima kasih kepada Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Czi Rido Hermawan, M.Sc, yang telah menerima Tim Setjen Wantannas dengan sangat baik dan memberikan data murni sesuai dengan fakta yang ada dilapangan tentang kajian daerah Sultra yang sangat diperlukan oleh Setjen Wantannas dalam memberikan masukan kepada Presiden RI.

Data yang mereka dapatkan dari Korem 143/Ho nantinya akan menjadi masukan yang sangat berharga dalam pembuatan kebijakan khususnya menyangkut bidang pertahanan di wilayah Sultra. Menyinggung tentang persoalan yang menjadi attensi khusus tim setjen wantannas pada waktu dekat ini, Irjen (Po) Drs. Bambang Hermanu, SH. MM (Staf Ahli Bidang Ekonomi Setjen Wantannas) menyampaikan, ada 3 persoalan yang menjadi perhatian Wantannas yang harus diwaspadai, yaitu ; 1. Tenaga Keja Asing, Jangan sampai terjadi seperti di Vietnam, dimana tenaga kerja Tiongkok di usir oleh pribumi karena adanya kecemburuan sosial dari pribumi, 2. Tentang Pelaksanaan Pilkada serentak Gelombang kedua yang pada dekat ini yaitu pada bulan februari 2017 dan 3. Masalah tenaga kerja lokal, akibat terjadinya penutupan idustri dan tambang-tambang di Indonesia, menyebabkan terjadinya PHK besar-besaran menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat.

Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap Kamtibmas diwilayah. Oleh karena itu maka Korem 143/HO diharapkan selalu bersinergis dengan instansi lain dalam mewujudkan situasi wilayah agar kondisi wilayah terutama din Provinsi Sultra tetap kondusif.

Sholat Ghaib atas musibah kecelakaan Helly di Poso yang merengut 13 Personel TNI AD yang sedang melaksanakan tugas di Poso, di pimpin langsung oleh Danrem 143/Ho bersama Tim Setjen Wantannas dan anggota Makorem, di Mesjid A-Askariah Makorem 143/HO.
Sholat Ghaib atas musibah kecelakaan Helly di Poso yang merengut 13 Personel TNI AD yang sedang melaksanakan tugas di Poso, di pimpin langsung oleh Danrem 143/Ho bersama Tim Setjen Wantannas dan anggota Makorem, di Mesjid A-Askariah Makorem 143/HO.

Tim Setjen Wantannas, sebelum menerima paparan dari Danrem 143/Halu Oleo berkesempatan melakukan Sholat Ghaib bersama-sama dengan anggota Makorem 143/HO atas musibah jatuhnya pesawat Helly yang merengut 13 personel TNI AD yang sedang melakukan tugasnya di Poso. Selesai melakukan kunjungan kerja di Makorem 143/Halu Oleo, tim Setjen Wantannas bergerak menuju Polda Sultra guna mengumpulkan bahan masukan dari Polda, (Penrem143).

About Penrem 143/HO

.