Tarian Saraswati mengawali acara pembukaan acara Dharma Santi dalam rangka menyambut hari raya Nyepi danTahun Baru Saka 1938, pada sabtu kemarin, 26 Maret 2016, di Balai Serba Guna Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari, Kelurahan Kadia Kota Kendari.

PHDI Sultra Gelar Dharma Santi Gabungan PHDI dan TNI/Polri dalam rangka Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938, di Kendari.

Kendari (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mi.id) – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sultra melaksanakan kegiatan Dharma Santi gabungan PHDI dan TNI/Polri dalam rangka Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938 di Balai Serba Guna Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari, kegiatan Dharma Santi ini adalah dalam rangka hari raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938, di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/3/2016).

Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma (Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia) memberikan sambutan di acara perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938, di gedung Balai Serba Guna Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari.
Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma (Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia) memberikan sambutan di acara perayaan Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938, di gedung Balai Serba Guna Pura Penataran Agung Jagadhita Kendari.

Kegiatan Dharma Santi diawali acara pembukaan dengan menampilkan tarian Saraswati dan pembacaan Kitab Weda selanjutnya Laporan Ketua Panitia kegiatan dharma santi, kegiatan dhi yang digelar oleh masyarakat hindu di provinsi Sultra ini diisi juga dengan acara pelantikan pengurus PHDI Sultra yang dipimpin langsung oleh Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma. Dalam sambutannya Ketua PHDI Pusat Bapak Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma menyatakan sebagai berikut:
1. Keberagaman di Indonesia harus diterima dan diatur untuk mempererat persatuan seluruh bangsa Indonesia.
2. Umat beragama harus solid untuk membangun bangsa Indonesia.
3. Umat Hindu di Bali telah membuat dunia kagum karena pada hari raya Nyepi selalu bisa menyumbangkan perbaikan alam lingkungan dengan melakukan menghentikan seluruh aktivitas selama 24 jam.

Lukman Abu Nawas, memebacakan amanat Gubernur Sultra dalam rangka perayaan nyepi dan tahun baru saka 1937.
Sekretaris Daerah, Sultra Lukman Abu Nawas, membacakan amanat Gubernur Sultra dalam rangka perayaan nyepi dan tahun baru saka 1937.

Selanjutnya dalam sambutannya, Gubernur Sultra yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa ;
1. Masyarakat Hindu Bali yang ada di Prov Sultra telah memberikan perubahan yang baik bagi masyarakat setempat terutama dr sektor pertanian sejak kedatangannya pd tahun 1969 melalui program transmigrasi.
2. Masyarakat Hindu selalu menghargai alam dan lingkungan sebagai karunia Tuhan YME.
3. Budaya masyarakat Hindu banyak yang sesuai dengan masyarakat pribumi yang ada di Sultra sehingga mudah tercapai penyesuaian dan keharmonisan.
4. Kerukunan antar umat beragama harus tetap dijaga dan dipelihara di Prov.Sultra dgn saling menghormati dan menjaga tali silaturahmi antar umat beragama.
5. Spirit perayaan Nyepi harus dibawa dalam setiap waktu dan tingkah kehidupan sehari-hari.

Hadir dalam acara Dharma Santi Nyepi dan Tahun Baru Saka 1938 tersebut; Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma (Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia), Bapak Sekda Prov. Sultra mewakili Gubernur Sultra, FKUB Prov. Sultra, para Tokoh Agama Provinsi Sultra, para Tokoh Masyarakat Prov.Sultra, Umat Hindu di wilayah Kendari dan Sekitarnya serta perwakilan dari kabupaten-kabupaten di wilayah Prov. Sultra.

Turut hadir dalam acara tersebut Danrem 143/HO yang diwakili oleh Kasi Intelrem 143/HO, Mayor Inf Aries Dwiyanto, Kegiatan Dharma Santi Gabungan PHDI Prov.Sultra dan TNI/Polri di lanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah dengan masyarakat hindu yang ada di daerah kendari dan sekitarnya serta perwakilan daerah-daerah, berjalan dalam keadaan alam keadaan aman dan tertib.

About Penrem 143/HO

.