Hoax - Penrem143

Kiat Sederhana Menangkal Berita Hoax

Kendari (korem.143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id)- Media sosial sekarang ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari hari. Maraknya penggunaan media sosial sekarang ini, memungkinkan individu, masyarakat mendapatkan berita dengan cepat dan mudah.

Namun yang perlu diwaspadai adalah apakah berita yang dimuat di media sosial tersebut benar atau tidak, dapat dipertanggung-jawabkan atau tidak, Hoax atau bohong.

Hadirnya media sosial ditengah masyarakat disatu sisi memudahkan penyebaran berita dan informasi kepada masyarakat namun disisi lain sangat rentan terhadap menyebarnya berita hoax atau berita bohong atau berita yang tidak bisa atau belum bisa dipertanggungjawabkan.

Di akui oleh dunia bahwa di era modern sekarang ini, media sosial merupakan medan pertempuran, arena pertempuran dan dijadikan alat untuk mencapai tujuan. Salah satu alasannya adalah media sosial merupakan sarana yang sangat efektif, murah, mudah dan cepat dalam menyampaikan informasi, berita dan kegiatan kepada masyarakat.

Hoax = (Inggris) artinya tipuan, menipu. berita bohong ,berita palsu atau kabar burung . Jadi dapat dikatakan bahwa Hoax adalah kata yang berarti ketidak benaran suatu informasi .
Hoax bukan singkatan tetapi satu kata dalam bahasa inggris yang punya arti sendiri. Sedangkan definisi Hoax menurut wikipedia adalah :
“Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu. .”

Berita-berita Hoax bukan hanya melanda negeri kita Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara lain di dunia. Berita-berita hoax bila dibiarkan berkembang dalam masyarakat tidak saja mengganggu ketentraman masyarakat tetapi dapat berpengaruh terhadap keamanan negara.

Dan perlu kita ketahui media sosial sekarang bisa digunakan menjadi senjata yang ampuh untuk merusak generasi bangsa, merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Walaupun sudah terpasang system Big Data Cyber Security (BDCS) Wantanas RI (Dewan Pertahanan Nasional) yang akan mengambil semua informasi melalui internet di Indonesia, namun masih banyak oknum oknum tak bertanggung jawab yang membuat dan menyebarkan berita yang menyesatkan (HOAX).

Untuk itu kita sebagai konsumen media sosial, BBM, WA, LINE, Telegram dan lain-lain harus selektif dan hati hati dalam menggunakannya.

Dengan maraknya berita berita dimedia sosial yang berisi fitnah, hasutan, hinaan, dan propaganda yang tidak ditahu kebenarannya itulah yang harus kita cermati. Tentunya bagi pembuat HOAX ini pastilah mempunyai tujuan tertentu dengan indikasi yang tidak baik.

Untuk menangkal berita hoax yang banyak beredar di media sosial maka dibutuhkan kemampuan literasi setiap individu, “Kemampuan memeriksa informasi tergantung dengan kemampuan mengetahui konflik atau berita,” ujar Peneliti Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Anindito Aditomo, dalam acara diskusi Literasi Menangkal Hoax, di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Anindito juga mengatakan “Proses literasi hanya mampu dicapai melalui tahapan membaca hingga mampu mengevaluasi dan hal tersebut membutuhkan pengetahuan spesifik”, ujarnya.

Lebih penting dari itu menurutnya keterampilan dan pengetahuan, perlu didukung dengan kemauan berpikir kritis, walau kenyataannya sulit untuk melakukannya, terutama mengenai sesuatu yang diyakini secara pribadi keberadaannya dan skeptis mengkritik pada otoritas. Anindito juga menyampaikan syarat individu menilai suatu berita, yakni memiliki kemampuan menyaring hingga mengevaluasi berita serta kemauan untuk menerapkannya.

Pakar Teknologi Informasi, Onno W. Purbo menyarankan ada 2 kiat sederhana untuk menangkal berita hoax. Pertama, jangan pernah percaya begitu saja dengan berita yang beredar di internet atau menyebar lewat SMS atau aplikasi messaging seperti WhatsApp. Kedua, dia mendorong masyarakat untuk melakukan cek dan recek sebelum percaya berita yang mereka baca.

Bertitik tolak dari 2 pendapat pakar IT di atas ada beberapa kiat sederhana untuk meminimalisir/menangkal berita-berita Hoax yang banyak beredar di media sosial, yaitu, sbb :

  1. Sebagai pengguna media sosial kita harus cerdas dan dewasa melihat, mencerna berita yang berkembang bila perlu menanyakan dulu kebenaran isi berita yang kita terima.
  2. Jangan mudah terprovokasi/terpengaruh terhadap berita-berita hoax, apalagi bertindak terburu-buru dalam menyebarluaskan berita yang belum kita ketahui legalitas atau kebenaran isi beritanya.
  3. Jangan pernah mengirim berita yang mengandung isu SARA, menjelekkan bangsa, simbol negara, atau membuat guyonan, kartun yang tidak semestinya, dan harus selektif menshare berita yang kita terima.
  4. Gunakanlah media sosial dengan semestinya dan jadilah pengguna media sosial yang santun dan beretika, manfaatkan media sosial dengan tujuan yang jelas, sebagai sarana komunikasi sosial.
  5. Yakinkan dalam diri kita selaku Warga Negara Indonesia bahwa, “Persatuan dan Keutuhan NKRI”, diatas segalanya.
  6. Setiap berita yang kita kirim di medsos yang bersifat hoax akan terekam, dapat ditelusuri dan akan ditindaklanjuti oleh pihak berwajib dan bisa dipidanakan sesuai dengan UU ITE pasal 28 ayat 1 dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah.
  7. Harus diingat bahwa setiap berita yang bersifat Hoax dan Bohong akan langsung tercatat di System Big Data Cyber Security (BDCS) Wantanas RI (Dewan Pertahanan Nasional).
  8. Cyber Crime Police (BDCS Wantanas RI) selalu siap untuk menelusuri dan mencari pembuat dan penyebar berita HOAX.
  9. Bila masing-masing pengguna media sosial dapat berperan aktif dalam memfilter berita yang berkembang, maka sudah tentu akan meringankan beban Cyber Crime Police dalam melaksanakan tugas. (Penrem 143).

About Penrem 143/HO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.