Home / Berita / Denkesyah Kendari Laksanakan Penyuluhan Tentang Kesehatan Kepada Prajurit dan PNS Makorem 143/HO dan Kodim 1417/Kdi.
Pemberian Vaksinasi Hepatitis B 131 kepada Personel TNI dan PNS Makorem 143/Ho, Rabu (24/2/2016).

Denkesyah Kendari Laksanakan Penyuluhan Tentang Kesehatan Kepada Prajurit dan PNS Makorem 143/HO dan Kodim 1417/Kdi.

Kendari (korem143.kodam-wirabuana.mil.id) - Dandenkesyah kendari, melaksanakan penyuluhan kesehatan tw.I TA.2016 kepada personel Makorem 143/HO dan Kodim 1417/Kdi. Adapun materi penyuluhan kesehatan yang disampaikan adalah tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, hepatitis , bahaya penggunaan narkoba, penyakit jantung kecelakaan kesemaptaan dan pemberian vaksin hepatitis-B 131.

Penyuluhan kesehatan diikuti oleh Prajurit Adan PNS Makorem 143/HO dan Kodim 1417/Kdi, jumlah peserta yang ikut dalam penyuluhan sebanyak 150 orang. Bertindak selaku pemberi materi adalah dr.Syarial dari Dinkes Sultra dan Detasemen Kesehatan Kesehatan Kendari.

Dalam penjelasannya dr. Sahrial menyampaikan Hepatitis-B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa, tetapi dapat menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi.

Seorang bayi dapat terinfeksi dari ibunya selama proses kelahirannya. Juga dapat menyebar melalui kegiatan seksual, penggunaan berulang jarum suntik, dan transfusi darah dengan virus di dalamnya.

Mula-mula dikenal sebagai "serum hepatitis" dan telah menjadi epidemi pada sebagian Asia dan Afrika. Hepatitis B telah menjadi endemik di Tiongkok dan berbagai negara Asia.

Infeksi karena Hepatitis B dapat dicegah melalui vaksinasi, di mana injeksi diberikan untuk membuat tubuh kebal terhadapnya. Direkomendasikan pada semua masyarakat untuk mendapat 3 vaksinasi (0, 1 bulan, dan 6 bulan) terutama ketika masih bayi untuk memberikan proteksi yang baik terhadap virus ini. Bagaimanapun, vaksinasi hanya memberikan proteksi maksimal sekitar 90 persen, dan tidak menyingkirkan sama sekali resiko infeksi.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini dapat dengan cepat mengalahkan virusnya. Kebanyakan akan terinfeksi untuk seumur hidup. Biasanya terdapat sedikit atau tanpa gejala sama sekali. Kadang-kadang hati rusak berat, menyebakan gagal hati.

Gejala yang umum dari gagal hati adalah jaundice, di mana kulit dan mata penderita menjadi kuning, karena zat-zat yang diproduksi tumbuh dan seharusnya disaring oleh hati tidak dilakukan. Masalah lainnya adalah hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

Tes darah dapat menemukan tanda-tanda proses kerusakan hati. Jika penderita memiliki tanda-tanda tersebut, pengobatan hepatitis B dapat mencegah kerusakan hati yang disebakan virusnya. Pengobatan anti virus diberikan, untuk mencegah virus memperbanyak diri dengan meng-kopi-nya.

Bagaimanapun, sekali virus masuk, maka tidak mungkin untuk menyingkirkannya semuanya hingga tuntas. Dibandingkan virus HIV yang dapat menyebabkan AIDS, virus Hepatitis B (HBV) seratus kali lebih ganas (infectious), dan sepuluh kali lebih banyak (sering) menularkan. Kebanyakan gejala Hepatitis B tidak nyata.

Hepatitis B kronis merupakan penyakit nekroinflamasi kronis hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B persisten. Hepatitis B kronis ditandai dengan HBsAg positif (> 6 bulan) di dalam serum, tingginya kadar HBV DNA dan berlangsungnya proses nekroinflamasi kronis hati. Carrier HBsAg inaktif diartikan sebagai infeksi HBV persisten hati tanpa nekroinflamasi.

Sedangkan Hepatitis B kronis eksaserbasi adalah keadaan klinis yang ditandai dengan peningkatan intermiten ALT>10 kali batas atas nilai normal (BANN). Diagnosis infeksi Hepatitis B kronis didasarkan pada pemeriksaan serologi, petanda virologi, biokimiawi dan histologi. Secara serologi, pemeriksaan yang dianjurkan untuk diagnosis dan evaluasi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HBsAg, HBeAg, anti HBe dan HBV DNA (4,5). Pemeriksaan virologi, dilakukan untuk mengukur jumlah HBV DNA serum sangat penting karena dapat menggambarkan tingkat replikasi virus.

Pemeriksaan biokimiawi yang penting untuk menentukan keputusan terapi adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT menggambarkan adanya aktivitas kroinflamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini dipertimbangkan sebagai prediksi gambaran histologi. Pasien dengan kadar ALT yang menunjukkan proses nekroinflamasi yang lebih berat dibandingkan pada ALT yang normal. Pasien dengan kadar ALT normal memiliki respon serologi yang kurang baik pada terapi antiviral.

Oleh sebab itu pasien dengan kadar ALT normal dipertimbangkan untuk tidak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan histologi menunjukkan proses nekroinflamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan histologi adalah untuk menilai tingkat kerusakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit hati lain, prognosis dan menentukan manajemen anti viral.

Pada umumnya, gejala penyakit Hepatitis B ringan. Gejala tersebut dapat berupa selera makan hilang, rasa tidak enak di perut, mual sampai muntah, demam ringan, kadang-kadang disertai nyeri sendi dan bengkak pada perut kanan atas. Setelah satu minggu akan timbul gejala utama seperti bagian putih pada mata tampak kuning, kulit seluruh tubuh tampak kuning dan air seni berwarna seperti teh.

Ada 3 kemungkinan tanggapan kekebalan yang diberikan oleh tubuh terhadap virus Hepatitis B pasca periode akut. Kemungkinan pertama, jika tanggapan kekebalan tubuh adekuat maka akan terjadi pembersihan virus, pasien sembuh. Kedua, jika tanggapan kekebalan tubuh lemah maka pasien tersebut akan menjadi carrier inaktif. Ketiga, jika tanggapan tubuh bersifat intermediate (antara dua hal di atas) maka penyakit terus berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Penularan, Hepatitis B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penderita Hepatitis B bisa terjadi pada setiap orang dari semua golongan umur. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan virus Hepatitis B ini menular.

Secara vertikal, cara penularan vertikal terjadi dari Ibu yang mengidap virus Hepatitis B kepada bayi yang dilahirkan yaitu pada saat persalinan atau segera setelah persalinan.

Secara horisontal, dapat terjadi akibat penggunaan alat suntik yang tercemar, tindik telinga, tusuk jarum, transfusi darah, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi secara bersama-sama (Hanya jika penderita memiliki penyakit mulut (sariawan, gusi berdarah,dll), lendir (berciuman) atau luka yang mengeluarkan darah serta hubungan seksual dengan penderita.

Sebagai antisipasi, biasanya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor akan di tes terlebih dulu apakah darah yang diterima reaktif terhadap Hepatitis, Sipilis dan HIV.

Sesungguhnya, tidak semua yang positif Hepatitis B perlu ditakuti. Dari hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah ada riwayat pernah kena dan sekarang sudah kebal, atau bahkan virusnya sudah tidak ada. Bagi pasangan yang hendak menikah, tidak ada salahnya untuk memeriksakan pasangannya untuk menenularan penyakit ini.

Kegiatan penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Vaksinasi Hevatitis B 131 oleh Denkesyah Kendari kepada Prajurit dan PNS Makorem 143/HO.
Kegiatan penyuluhan Kesehatan dan Pemberian Vaksinasi Hevatitis B 131 oleh Denkesyah Kendari kepada Prajurit dan PNS Makorem 143/HO.

Pencegahan, Vaksin untuk mencegah hepatitis B telah rutin direkomendasikan diberikan pada bayi sejak 1991 di Amerika Serikat. Kebanyakan vaksin diberikan dalam 3 dosis selama beberapa bulan. Timbalan pada vaksin dinyatakan sebagai konsentrasi antibodi anti-HBs sekurang-kurangnya 10 mIU/ml pada serum tubuh tervaksinasi. Vaksin lebih efektif diberikan pada anak-anak dan 95 persennya memiliki antibodi perlawanan tersebut. Antibodi tersebut turun menjadi 90% pada usia 40 tahun dan menjadi sekitar 75 persen bagi mereka yang telah berusia 60 tahun.

Proteksi vaksinasi bersifat jangka panjang, bahkan sesuadah antibodi turun di bawah 10 mIU/ml. Vaksinasi pada saat kelahiran direkomendasikan untuk semua bayi dengan ibu yang terinfeksi. Kombinasi dari hepatitis B immune globulin dan pemberian awal dari vaksin hepatitis B mencegah penularan hepatitis B pada saat kelahiran sebesar 86% hingga 99%.

Semua yang beresiko bersinggungan dengan cairan tubuh seperti darah harus divaksinasi, jika belum lakukan segera. Tes untuk menguji efektifitas imunisasi direkomendasikan dan dosis lanjutan vaksin diberikan kepada mereka yang belum cukup kebal.

Pada bayi tabung, pencucian sperma tidak diperlukan bagi laki-laki yang menderita hepatitis B untuk mencegah penularan, kecuali pasangan wanitanya belum efektif tervaksinasi. Pada wanita dengan hepatitis B, resiko penularan dari ibu ke bayinya menggunakan teknik IVF maupun kehamilan normal adalah sama.

Mereka yang beresiko tinggi terinfeksi harus dites apakah ada pengobatan yang efektif pada mereka yang memiliki penyakit ini. Kelompok yang ditapis direkomendasikan termasuk mereka yang belum divaksinasi dan salah satu dari: masyarakat dari daerah yang tingkat hepatitis B-nya lebih dari 2 persen (Indonesia termasuk), mereka yang terjangkit HIV, pengguna narkoba suntik, lelaki yang memiliki aktivitas seksual dengan lelaki, dan mereka yang tinggal bersama dengan penderita hepatitis B.

Durasi vaksinasi, Dalam 10 hingga 22 tahun penelitian tidak ada kasus hepatitis B pada mereka yang memiliki kekebalan normal dan telah divaksinasi, hanya ada beberapa infeksi-infeksi kronik yang telah didokumentasikan.PENYULUHAN KESEHATAN 1

Lebih jauh dr. Sahrial, menyampaikan Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa ( Uniferon).

Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.

Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).

Selain itu juga ada pengobatan alternatif lain seperti hijamah/bekam yang bisa menyembuhkan segala penyakit hepatitis, asal dilakukan dengan benar dan juga dengan standar medis.

Kegiatan Penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan oleh Denkesyah Kendari adalah kegiatan rutin yang biasa setiap tahun dilaksanakan oleh Denkesyah Kendari dilanjutkan dengan Penyuntikan Vaksin Hepatitis B 131.(Penrem143).

About Penrem 143/HO

Check Also

Siapkan Prajurit Berfisik Prima Korem 143/HO Gelar Latihan Ketangkasan HTF

Kendari, (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) - Kamis tanggal 06 Februari 2019 bertempat di Tanah Makorem 143/HO, Kel. Nanga-nanga, …

Penyuluhan Kesehatan Terpadu Dengan Materi Penyakit Pneumonia Berat/Corona Virus (2019-NCOV) Tw l Ta.2020.

Kendari, (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) - Senin, 03 Februari 2020 bertempat di Aula Sudirman Ajendrem 143/HO, Jln.Drs.H.Abdullah Silondae, …

Ketua Yapsa Panti Asuhan Harapan Baru Lambuya Apresiasi Kunjungan Danrem 143/HO dan Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 143 PD XIV/Hsn.

Konawe, (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) - "Kami dan keluarga besar Panti Asuhan Harapan Baru mengucapkan syukur kepada Tuhan …

Danrem Ajak Umat Katholik Selalu Menebarkan Kebaikan, Kedamaian, Persaudaraan & Kerukunan Untuk Semua Orang

Kendari, (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) Semoga seluruh Umat Katholik yg ada di Prov. Sultra agar terus menjadi garam …

Cetak Gol,Komandan Korem 143/ HO Bawa Tim Perwira Korem 143/ HO Ungguli Tim Perwira Yonif 725/Wrg

Kendari, (korem143.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id) Dalam lawatannya ke Markas Yonif 725/Woroagi Tim Perwira Korem 143/Halu Oleo yang langsung …

.